Jejak Sejarah Kue Putu Ayu, Dari Cina Sampai Tanah Jawa

Magelang– Putu ayu merupakan jajanan pasar tradisional yang cukup banyak dikenal masyarakat, khususnya di sekitar pulau Jawa. Memiliki cita rasa yang manis dan lezat didampingi dengan penampilan yang cantik yang biasanya hadir dengan warna yang cerah menjadi salah satu ciri khas dari jajanan pasar ini.
Putu ayu yang merupakan makanan dari Jawa Tengah ini ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk kita ulik bersama. Asal muasal kue putu ayu sendiri diduga bermula dari negeri Tirai Bambu yakni Tiongkok. Kue putu ayu akhirnya berkembang di beberapa negara di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia.
Berdasarkan catatan sejarah, kue putu ayu diakui berasal dari Tiongkok dan sudah tercatat ada sejak 1200 tahun lalu di era Dinasti Ming. Dibuktikan dengan penemuan artefak yang menyebut kue putu di era tersebut, artefak tersebut dapat ditemukan di China National Silk Museum di 73-1 Yuhuangshan, Zhejiang, Tiongkok.
Putu ayu yang ada di Indonesia merupakan varian yang dikembangkan oleh masyarakat di Pulau Jawa sendiri. Masyarakat Indonesia menggunakan daun pandan untuk membuat warna hijau, dan menggunakan parutan kelapa untuk bagian atasnya. Kue putu ayu di Jawa sendiri memiliki makna tersendiri, kata “putu” yang berarti adonan tepung beras yang dikukus, dan “ayu” yang berarti cantik dalam bahasa Jawa.
Tekstur dari kue putu ayu yang lembut memiliki simbol keramahan dan kelembutan masyarakat Indonesia, serta penampilannya yang menarik dapat dimaknai sebagai kehangatan masyarakat Indonesia dalam menjamu tamu.