Skip to content
-
Portal Berita Kuliner Terlengkap di Magelang
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Langganan
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Langganan
Home/Sejarah Rasa/Kehangatan Wedang Ronde dan Cerita di Baliknya
Sejarah Rasa

Kehangatan Wedang Ronde dan Cerita di Baliknya

By Atmind
Maret 30, 2026 2 Min Read
0
Wedang Ronde. Foto Oleh: Gusti Food

Magelang – Saat udara dingin mulai terasa di malam hari, wedang hangat menjadi pilihan banyak orang untuk menghangatkan tubuh. Salah satu yang cukup dikenal adalah wedang ronde. Minuman tradisional yang tidak hanya menawarkan rasa hangat ini juga menyimpan cerita panjang di balik kehadirannya.

Wedang ronde biasanya berisi bola-bola tepung ketan yang diisi kacang manis, disajikan dengan kuah jahe hangat, serta pelengkap seperti kacang tanah sangrai, kolang-kaling, potongan agar, dan roti. Perpaduan rasa manis dan hangat dari jahe membuat minuman ini cocok dinikmati saat malam hari, terutama di daerah dengan udara sejuk seperti Magelang.

Di balik cita rasanya, wedang ronde memiliki sejarah yang cukup menarik. Konon, hidangan ini berasal dari budaya Tionghoa yang dikenal dengan nama tangyuan, yakni bola-bola tepung yang biasa disajikan dalam perayaan tertentu. Sedangkan, nama ronde sendiri berasal dari kata rondje yang dalam Bahasa belanda berarti bulat. Seiring berjalannya waktu, makanan tersebut masuk ke Indonesia dan mengalami penyesuaian sesuai dengan selera masyarakat lokal.

Kuahnya yang semula manis dan ringan berubah menjadi kuah jahe hangat yang lebih sesuai dengan kondisi cuaca, sementara isiannya disesuaikan dengan bahan yang mudah ditemukan, seperti kacang dan gula. Perubahan inilah yang kemudian membentuk wedang ronde seperti yang dikenal saat ini.

Tidak hanya sekadar minuman, wedang ronde juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat. Banyak penjual yang menjajakan ronde di malam hari menggunakan gerobak sederhana, menciptakan suasana khas yang akrab bagi warga. Kehangatan yang ditawarkan bukan hanya dari kuah jahe, tetapi juga dari suasana kebersamaan yang tercipta.

Kini, wedang ronde tetap bertahan sebagai salah satu minuman tradisional yang digemari. Meski zaman terus berkembang, cita rasa hangat dan cerita di baliknya membuat wedang ronde tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, khususnya di kota-kota dengan udara sejuk seperti Magelang.

Tags:

Terbaru
Author

Atmind

Follow Me
Other Articles
Previous

Segarnya Es Semanggi, Legenda Sirup Rahasia dari Basement

Next

Resep Nugget Cabe Garam Simpel Anti Runyam

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

  • Jejak Sejarah Kue Putu Ayu, Dari Cina Sampai Tanah Jawa
    oleh Atmind
    April 8, 2026
  • Resep Es Kuwut Timun Segar
    oleh Atmind
    April 8, 2026
  • Keunikan Kuliner Legendaris Soto Ayam Kampung Pak Sambi
    oleh Atmind
    April 5, 2026
  • Resep Lodeh Kacang Panjang Tempe, Gurih dan Menghangatkan
    oleh Atmind
    April 2, 2026
  • Nasi Goreng Ternyata Merupakan Sebuah Ketidaksengajaan?
    oleh Atmind
    April 2, 2026
  • Resep Nugget Cabe Garam Simpel Anti Runyam
    oleh Atmind
    April 2, 2026
  • Kehangatan Wedang Ronde dan Cerita di Baliknya
    oleh Atmind
    Maret 30, 2026
  • Segarnya Es Semanggi, Legenda Sirup Rahasia dari Basement
    oleh Atmind
    Maret 30, 2026
  • Puluhan Kuliner Viral Ramaikan Eidtopia Culinary Town di Aloon-Aloon Mall Magelang
    oleh Atmind
    Maret 28, 2026
  • Resep Es Jelly Asolole, Bikin Seger Tanpa Bertele-tele
    oleh Atmind
    Maret 26, 2026

Website kuliner Magelang terlengkap dan terupdate pilihan sahabat kulineran dan UMKM Magelang

Jelajah Daerah Rekomendasi Kuliner Resep Sejarah Rasa

  • Instagram
  • TikTok
  • YouTube
Copyright 2026 — Cicip Cuit. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme