Sudah Puluhan Tahun, Beginilah Jejak Cerita Mie Tjek Siang Magelang

Magelang – Mie Tjek Siang menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Magelang yang telah bertahan selama puluhan tahun. Bakmi Pangsit Tjek Siang, atau yang lebih dikenal sebagai Mie Tjek Siang, merupakan sebuah warung mie yang terletak di Jl. Kalingga, Rejowinangun Utara. Ditandai dengan adanya banner di bagian depan warung, Mie Tjek Siang tampak menonjol dengan adanya gambar seseorang di banner tersebut. Namun siapa sangka bahwa terdapat kisah di balik gambar seseorang di banner tersebut.
Ialah Tjek Siang, sang pendiri awal usaha Bakmi Pangsit Tjek Siang ini. Awalnya, usaha bakmi ini hanya berupa gerobak keliling di sekitar Pecinan di tahun 1950. Lalu pada tahun 1996 usaha ini diteruskan oleh anaknya, yang kemudian di tahun 2001 usaha ini beralih ke cucunya.
Selama hampir 76 tahun Mie Tjek Siang ini berdiri, tidak pernah sekalipun resep pembuatannya berubah. Dipegang oleh 3 generasi yang berbeda, Mie Tjek Siang tetap mempertahankan cita rasa yang khas. Dibuat mandiri tanpa mesin dengan menggunakan telur, membuat mie dari Mie Tjek Siang terasa beda dari yang lain.
Berbicara mengenai cita rasa khas, Mie Tjek Siang juga mempunyai cita rasa khas yang lain selain dari mie. Ialah bayam. Bahan pelengkap yang ada di Mie Tjek Siang inilah yang membedakannya dengan sajian mie yang lain. Sajian Mie Tjek Siang tidak menggunakan sawi ataupun pokcoy, berbeda dari yang lain, mereka menggunakan bayam. Dibarengi dengan suwiran ayam, bawang goreng, dan pangsit rebus, sudah pasti membuat siapapun ingin mencicipinya.
Hanya dengan 2 jenis sajian mie, yakni mie kuah dan mie kering, Mie Tjek Siang masih bisa bertahan hingga sekarang. Mengutamakan kualitas dengan cara memastikan mie dibuat setiap hari, Mie Tjek Siang merupakan salah satu hidangan yang patut dicoba jika sedang berada di Magelang.