Skip to content
-
Portal Berita Kuliner Terlengkap di Magelang
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Langganan
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Cicip Cuit Cicip Cuit Cicip Cuit
Langganan
Home/Uncategorized/Perlukah Indonesia New Media Forum menjadi Mitra Pemerintah?
Uncategorized

Perlukah Indonesia New Media Forum menjadi Mitra Pemerintah?

By Atmind
Mei 21, 2026 3 Min Read
0
Muhammad Qodari dalam jumpa pers di Kantor Bakom, Jakarta, pada Rabu 6 Mei 2026 – Foto oleh: cnnindonesia.com/ Bayu Pratama S

Di era digital, arus informasi bergerak sangat cepat, kabar, video, dan opini menyebar dalam hitungan detik. Kecepatan ini memang membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat. Namun di sisi lain juga memperbesar ruang bagi disinformasi dan hoaks yang mudah menyesatkan publik. Dalam kondisi tersebut, media memegang peran penting bukan hanya sebagai penyampai berita, melainkan juga sebagai penyaring, pemeriksa fakta, dan pembentuk opini publik. Studi Kompas di awal tahun 2023 menemukan bahwa 70,2 % publik di Indonesia percaya pada pemberitaan media massa (Kompas, 2023). Tingginya tingkat kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa media massa masih dipandang sebagai sumber informasi yang kredibel dan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini publik. Oleh karena itu, independensi media perlu dijaga agar kepercayaan masyarakat tidak menurun. 

Belakangan ini, muncul perhatian publik terhadap pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, yang pada 6 Mei 2026 menyebut Indonesia New Media Forum (INMF) sebagai “mitra komunikasi” pemerintah.  Seperti yang ditulis Fathur Rochman dalam pemberitaannya di antaranews.com, Qodari menjelaskan dalam jumpa pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, (6/5/2026): “Kehadiran teman-teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita komunikasi digital sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan,”

Isu ini penting karena menyangkut independensi pers. Media dalam sistem demokrasi berfungsi sebagai kontrol sosial: mengawasi kebijakan, mengkritik penyalahgunaan wewenang, dan menyampaikan suara publik. Fungsi tersebut hanya dapat berjalan apabila media berdiri independen dan tidak terikat kepentingan kekuasaan. Kedekatan yang berlebihan antara media dan pemerintah berisiko menimbulkan konflik kepentingan. Ketika media merasa memiliki hubungan kemitraan dengan pemerintah, ada kemungkinan kritik menjadi melemah atau pemberitaan menjadi tidak sepenuhnya objektif. 

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media seharusnya berperan sebagai alat kontrol sosial yang mengawasi jalannya pemerintahan, bukan justru tunduk kepada kekuasaan. Pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta mengkritik berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan ketidakadilan yang terjadi di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.

Dengan adanya fungsi kontrol sosial tersebut, media diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah serta menjaga nilai-nilai demokrasi agar tetap berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pers harus tetap independen, profesional, dan tidak dipengaruhi kepentingan pihak tertentu supaya dapat menjalankan tugasnya secara objektif dan bertanggung jawab. Selain itu, kepercayaan publik juga menjadi taruhan. Media hidup dari kepercayaan masyarakat. Ketika media secara terbuka disebut sebagai mitra pemerintah, publik dapat mempertanyakan netralitasnya. Jika kepercayaan masyarakat menurun, maka media kehilangan legitimasi moralnya sebagai pilar demokrasi. 

Jika media bergantung atau terlalu tunduk kepada pemerintah, maka fungsi pengawasan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah akan sulit diterapkan secara objektif. Akibatnya, media berpotensi kehilangan perannya sebagai pengawas kekuasaan dan tidak lagi sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, pers harus tetap menjaga kebebasan dan independensinya agar dapat menjalankan tugasnya sesuai amanat Undang-Undang Pers. 

Posisi media-media yang digadang-gadang akan menjadi mitra pemerintah ini dikhawatirkan akan membatasi kredibilitas dan kebebasan dalam bermedia. Media yang menjadi mitra pemerintah otomatis akan mendapatkan ‘kontrol’ oleh pemerintah dalam menjalankan proses pemberitaan. Hal inilah yang ditakutkan karena media bisa kehilangan independensinya. Jika isu ini terealisasi, kepercayaan publik terhadap media-media tersebut akan berkurang. 

Masyarakat akan menilai jika pihak yang seharusnya menjadi kontrol sosial sudah tidak bisa menjalankan tugasnya dengan benar. Hal inilah yang dapat membahayakan posisi media karena pada sejatinya pondasi utama media adalah kepercayaan publik. Pada akhirnya, ketika media terlalu dekat dengan pemerintah, yang terancam tidak hanya independensinya, tetapi juga hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang jujur dan kritis.

Tags:

Special
Author

Atmind

Follow Me
Other Articles
Previous

Warung Makan Noyoditan Indah Hadirkan Chinese Cooking dengan Cita Rasa Khas di Magelang

Next

Sapo Tofu Sayuran, Menu Kaya Serat yang Sehat dan Mengenyangkan!

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

  • Magelang Tempo Doeloe Hadirkan Nostalgia Kuliner dan Budaya Lewat 18 Subacara
    oleh Atmind
    Juni 25, 2026
  • Commsibition 2026, Wadah Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam Satu Panggung Karya
    oleh Atmind
    Juni 17, 2026
  • Mie Ayam Spesial Cap Dua Jago Tawarkan Cita Rasa Gurih Ala Yamin di Borobudur
    oleh Atmind
    Juni 11, 2026
  • Resep Potato Cheese Ball yang Lumer di Mulut
    oleh Atmind
    Juni 11, 2026
  • Menolak Lupa Lewat Rasa: Kisah Semur Jengkol dan Memori Masyarakat Pinggiran Batavia
    oleh Atmind
    Juni 11, 2026
  • Resep Gabin Tape Singkong Renyah dan Legit
    oleh Atmind
    Juni 11, 2026
  • Berawal dari Dapur Rumah Saat Pandemi, Pawira Kopitiam Hadirkan Nuansa Melayu di Magelang
    oleh Atmind
    Juni 11, 2026
  • Resep Garang Asem yang Gurihnya Bikin Kamu Mesem
    oleh Atmind
    Mei 31, 2026
  • Mengapa Penjual Sate Kebanyakan Orang Madura? 
    oleh Atmind
    Mei 31, 2026
  • Resep Alpukat Kocok yang Dijamin Rasanya Cocok
    oleh Atmind
    Mei 31, 2026

Yuk Jelajahi Kuliner Magelang!

Berikut Top 5 Daerah di Magelang yang wajib kamu kulinerin Cuiters!

Mungkid
Borobudur
Muntilan
Mertoyudan
Magelang

Website kuliner Magelang terlengkap dan terupdate pilihan sahabat kulineran dan UMKM Magelang

Jelajah Daerah Rekomendasi Kuliner Resep Sejarah Rasa Uncategorized

  • Instagram
  • TikTok
  • YouTube
Copyright 2026 — Cicip Cuit. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme